Kategori: Headline

  • Wakapolres Parepare Ingatkan Bahaya Hoaks dan Kenakalan Remaja

    Wakapolres Parepare Ingatkan Bahaya Hoaks dan Kenakalan Remaja

    Parepare — Pengawasan orang tua terhadap pergaulan anak menjadi salah satu isu yang dibahas Wakapolres Parepare Kompol Saharuddin, S.H., M.H., M.Si., saat bertemu warga di Masjid Al Fatihah, Jalan Mattiro Tasi Baru, Kelurahan Sumpang Minangae, Kecamatan Bacukiki Barat. Dalam pertemuan melalui kegiatan Safari Subuh Polres Parepare tersebut, Saharuddin mengingatkan risiko balap liar, tawuran, dan penyalahgunaan narkoba yang perlu dicegah bersama. Minggu (11/10/2026).

    Pesan itu menyentuh persoalan yang tidak hanya berkaitan dengan tugas kepolisian, tetapi juga kehidupan keluarga dan lingkungan sekitar. Perilaku berisiko di kalangan remaja tidak dapat dicegah hanya dengan penindakan setelah pelanggaran terjadi. Pengawasan keluarga, komunikasi dengan anak, dan kepedulian masyarakat juga berperan dalam upaya pencegahan.

    Seusai salat Subuh berjamaah, Saharuddin berdialog dengan jamaah, termasuk tokoh agama dan tokoh masyarakat. Ia menekankan bahwa warga perlu terlibat dalam menjaga keamanan lingkungan, bukan sekadar menyerahkan tanggung jawab tersebut kepada aparat.

    “Melalui momentum salat Subuh berjamaah ini, kami ingin memastikan kehadiran polisi tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat,” ujar Saharuddin.

    Pengawasan anak tidak cukup hanya dengan larangan

    Balap liar dan tawuran dapat menimbulkan risiko bagi pelaku maupun orang lain. Selain membahayakan keselamatan, tindakan tersebut dapat mengganggu ketertiban dan berujung pada persoalan hukum. Penyalahgunaan narkoba juga menjadi risiko yang membutuhkan perhatian keluarga dan lingkungan.

    Saharuddin mengingatkan orang tua agar lebih memperhatikan pergaulan serta aktivitas anak di luar rumah. Namun, pengawasan tidak cukup dilakukan dengan melarang atau membatasi kegiatan anak tanpa membangun komunikasi.

    Orang tua perlu memahami lingkungan pertemanan anak, mengetahui aktivitas mereka, dan membuka ruang untuk membicarakan persoalan yang dihadapi. Pendekatan ini dapat membantu keluarga mengenali perubahan perilaku atau situasi yang membutuhkan perhatian lebih awal.

    Pencegahan kenakalan remaja juga membutuhkan keterlibatan sekolah dan masyarakat. Kegiatan positif, pendampingan, serta lingkungan pergaulan yang sehat dapat membantu anak mengembangkan tanggung jawab dan menghindari perilaku berisiko.

    Warga yang mengetahui indikasi gangguan keamanan dapat menyampaikan informasi kepada petugas. Meski demikian, dugaan terhadap seseorang harus diperiksa berdasarkan fakta agar tidak berkembang menjadi tuduhan tanpa dasar.

    Informasi di media sosial perlu diperiksa

    Selain persoalan remaja, penggunaan media sosial turut menjadi perhatian dalam pembicaraan tersebut. Informasi yang belum terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, merusak hubungan antarwarga, bahkan memperbesar konflik.

    Kecepatan penyebaran informasi membuat masyarakat perlu lebih cermat sebelum meneruskan pesan. Foto, video, maupun narasi yang beredar tidak selalu menggambarkan kejadian secara utuh. Informasi lama juga bisa kembali beredar seolah-olah merupakan peristiwa baru.

    Karena itu, warga perlu memeriksa sumber informasi dan mencari pembanding sebelum menarik kesimpulan. Jika menyangkut dugaan tindak pidana atau konflik di lingkungan, klarifikasi kepada pihak terkait lebih berguna daripada menyebarkan kabar yang belum jelas kebenarannya.

    Sikap kritis terhadap informasi merupakan bagian dari upaya menjaga keamanan lingkungan. Persoalan yang sebenarnya dapat diselesaikan melalui komunikasi berisiko membesar ketika warga bertindak berdasarkan kabar yang keliru.

    Warga dapat melapor melalui Call Center 110

    Masyarakat yang membutuhkan bantuan kepolisian dapat menghubungi Call Center Polri 110. Layanan tersebut menjadi salah satu saluran untuk menyampaikan laporan maupun meminta bantuan terkait persoalan kepolisian.

    Warga juga dapat berkomunikasi dengan Bhabinkamtibmas setempat atau menggunakan saluran pengaduan yang tersedia, termasuk Dumas, Kareba’i Kapolres, dan hotline Polres Parepare.

    Saat melapor, masyarakat sebaiknya menyampaikan informasi secara jelas, seperti lokasi kejadian, waktu, dan bentuk gangguan yang ditemukan. Keterangan yang spesifik membantu petugas memahami persoalan yang dilaporkan.

    Masyarakat juga perlu membedakan kejadian yang disaksikan langsung dari informasi yang diperoleh melalui orang lain. Pembedaan ini penting agar laporan dapat diperiksa secara tepat dan tidak menimbulkan kesimpulan prematur.

    Dialog warga perlu menghasilkan tindak lanjut

    Pertemuan antara polisi dan warga di Masjid Al Fatihah membuka ruang komunikasi mengenai persoalan keamanan di Kelurahan Sumpang Minangae. Bagi masyarakat, komunikasi langsung dapat menjadi kesempatan menyampaikan masalah yang sulit dijangkau melalui saluran formal.

    Namun, manfaat pertemuan semacam ini tidak cukup diukur dari kehadiran aparat atau banyaknya imbauan yang disampaikan. Hal yang lebih penting ialah apakah persoalan warga ditindaklanjuti dan apakah komunikasi tetap berjalan setelah pertemuan berakhir.

    Masyarakat membutuhkan saluran pelaporan yang mudah diakses, sedangkan aparat perlu menangani informasi sesuai kewenangan dan prosedur yang berlaku. Kejelasan tindak lanjut juga penting agar warga mengetahui langkah yang dapat ditempuh ketika menghadapi persoalan serupa.

    Saharuddin menilai hubungan antara kepolisian dan masyarakat perlu dijaga melalui komunikasi serta keterlibatan bersama dalam memelihara keamanan.

    “Melalui kegiatan Safari Subuh ini, diharapkan keterbukaan dan kemitraan antara Polres Parepare dan masyarakat Kota Parepare terus terjalin erat demi mewujudkan lingkungan yang aman, damai, dan harmonis,” tuturnya.

    Pada akhirnya, keamanan lingkungan bergantung pada tindakan nyata yang dilakukan secara konsisten. Pengawasan anak, kehati-hatian menyikapi informasi, dan pelaporan gangguan melalui saluran yang tepat merupakan bagian dari upaya tersebut. Sementara itu, tindak lanjut terhadap persoalan warga menjadi ukuran penting bagi keberlanjutan hubungan antara masyarakat dan kepolisian. (*)

  • Polsek KPN Parepare Bergerak! Keluhan Balap Liar Warga Mallusetasi Ditindaklanjuti

    Polsek KPN Parepare Bergerak! Keluhan Balap Liar Warga Mallusetasi Ditindaklanjuti

    Parepare — Polsek KPN Polres Parepare meningkatkan patroli malam di sejumlah titik rawan Kota Parepare sebagai tindak lanjut keluhan warga Kelurahan Mallusetasi soal balap liar. Patroli Blue Light digelar mobile dengan menyisir ruas jalan yang kerap dijadikan arena balapan hingga dini hari.

    Patroli difokuskan di kawasan Ujung, Mallusetasi, Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN), serta jalur utama Jalan Bau Massepe dan jalan poros dengan trek lurus. Lokasi tersebut dikeluhkan warga karena bising knalpot racing dan membahayakan pengguna jalan lain.

    Keluhan itu sebelumnya muncul dalam forum Jumat Curhat Polsek KPN, Jumat, (9/10/2026). Warga meminta polisi meningkatkan patroli pada jam rawan malam.

    Menindaklanjuti laporan tersebut, personel gabungan Polres Parepare bersama Polsek KPN menggelar patroli dengan menyalakan lampu rotator biru. Kehadiran cahaya biru di malam hari menjadi penanda visual polisi sekaligus upaya cegah-tangkal bagi pelaku balap liar.

    Kapolsek KPN Polres Parepare, Iptu Suardi, mengatakan pihaknya langsung merespons aspirasi yang disampaikan dalam forum dialog tersebut.

    “Setiap keluhan warga di Jumat Curhat kami catat dan langsung kami tindaklanjuti di lapangan. Soal balap liar di Mallusetasi, kami sudah perintahkan personel untuk tingkatkan patroli Blue Light, terutama malam sampai subuh di titik yang sering dipakai trek balap liar,” ujar Iptu Suardi.

    Menurutnya, persoalan balap liar tidak bisa dianggap remeh karena menyangkut keselamatan. Polisi akan mengedepankan pencegahan dan edukasi, namun tetap melakukan penindakan jika aktivitas tersebut membahayakan.

    “Kami imbau anak-anak muda jangan jadikan jalan umum sebagai arena balap. Risikonya nyawa. Kalau masih membandel dan membahayakan, akan kami tindak tegas sesuai aturan,” katanya.

    Di lapangan, polisi tidak hanya membubarkan kerumunan remaja dengan motor yang sudah dimodifikasi. Pemeriksaan kelengkapan kendaraan dilakukan, termasuk penggunaan knalpot tidak standar. Polisi juga mengingatkan pemilik bengkel agar tidak memfasilitasi modifikasi untuk kepentingan balap jalanan.

    Selain balap liar, patroli malam turut mengantisipasi kejahatan jalanan lain seperti pencurian kendaraan bermotor, konsumsi minuman keras di tempat umum, hingga potensi tawuran kelompok pemuda. Aktivitas balap liar dinilai kerap beririsan dengan gangguan tersebut.

    Warga Mallusetasi menyebut aksi balap liar berulang terjadi pada malam akhir pekan. Selain mengganggu jam istirahat, aksi kebut-kebutan membuat pengendara lain takut melintas di jalur tersebut.

    Polsek Kpn menyatakan patroli akan digelar dengan pola acak. Rute dan jam patroli diubah berkala agar tidak mudah diprediksi pelaku yang biasanya berpindah lokasi ketika melihat kehadiran petugas.

    Masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan aktivitas balap liar. Laporan bisa disampaikan melalui Call Center Polri 110 atau datang langsung ke Polsek KPN dan Polres Parepare. Informasi warga akan menjadi dasar pemetaan ulang titik rawan.

    Patroli Blue Light ini diharapkan tidak hanya memindahkan lokasi balap liar ke tempat lain, tetapi benar-benar menekan aktivitas tersebut di Mallusetasi dan wilayah Kota Parepare secara umum. (*)

  • Kapolsek KPN Parepare Salat Subuh Bersama 100 Jamaah, Ini Pesannya

    Kapolsek KPN Parepare Salat Subuh Bersama 100 Jamaah, Ini Pesannya

    PAREPARE – Menjaga keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan warga, bukan hanya kehadiran polisi. Pesan itu disampaikan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare, Iptu Suardi, S.E., saat berbincang dengan jamaah Masjid Raya Parepare, Minggu (11/10/2026).

    Suardi datang bersama sejumlah personel untuk menunaikan salat subuh berjamaah di masjid yang berada di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Sekitar 100 jamaah mengikuti salat tersebut.

    Setelah ibadah, Suardi berinteraksi langsung dengan warga. Percakapan itu menjadi kesempatan untuk mengingatkan jamaah agar tidak mengabaikan persoalan keamanan di lingkungan masing-masing.

    Menurut Suardi, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah gangguan keamanan. Kepedulian terhadap situasi sekitar, komunikasi antarwarga, dan keberanian menyampaikan informasi dapat membantu mencegah persoalan berkembang lebih jauh.

    Kapolsek KPN Parepare, Iptu Suardi, S.E., mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

    “Kalau masyarakat menemukan hal yang berpotensi mengganggu ketertiban, langsung lapor, karena keamanan lingkungan tergantung dari kepedulian kita,” ujar Suardi.

    Persoalan keamanan kerap bermula dari hal-hal yang dianggap sepele. Konflik antarwarga, gangguan ketertiban, hingga aktivitas mencurigakan dapat berkembang apabila tidak mendapat perhatian sejak awal.

    Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu unsur penting dalam pencegahan gangguan kamtibmas. Warga dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sedangkan polisi memperoleh gambaran lebih dekat mengenai kondisi di lapangan.

    Pendekatan seperti ini juga membuka ruang interaksi di luar situasi formal. Masyarakat dapat berbicara dengan aparat secara lebih terbuka tanpa harus menunggu munculnya persoalan yang membutuhkan penanganan hukum.

    Namun, komunikasi saja tidak cukup. Kepercayaan masyarakat juga bergantung pada bagaimana kepolisian menanggapi informasi, memberikan pelayanan, dan menindaklanjuti persoalan yang dilaporkan.

    Polisi Bersama Masyarakat

    Dalam pertemuan dengan jamaah tersebut, Suardi turut menyampaikan program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Program ini menekankan pentingnya pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta hubungan yang lebih dekat antara polisi dan warga.

    Bagi masyarakat, kedekatan dengan aparat idealnya memberikan ruang untuk menyampaikan keluhan dan memperoleh kejelasan ketika menghadapi persoalan keamanan. Sementara bagi kepolisian, komunikasi dengan warga dapat membantu mengenali potensi gangguan sebelum situasi memburuk.

    Suardi didampingi Wakapolsek KPN Iptu Sunarya, Ps. Kanit Propam Polsek KPN Aiptu Abd. Rais Rachman, dan sejumlah personel lainnya.

    Interaksi di Masjid Raya Parepare itu mengingatkan bahwa keamanan lingkungan tidak terbentuk hanya melalui patroli atau penindakan. Kepedulian warga, komunikasi yang terbuka, dan respons aparat terhadap persoalan di lapangan turut menentukan apakah lingkungan tetap aman dan tertib.

    Pada akhirnya, hubungan polisi dan masyarakat tidak cukup diukur dari seberapa sering mereka bertemu. Hal yang lebih menentukan ialah apakah komunikasi tersebut membuat warga lebih berani melaporkan persoalan dan membantu mencegah gangguan keamanan di sekitarnya. (*)

  • Kapolsek KPN Parepare Salat Subuh Bersama 100 Jamaah, Ini Pesannya

    Kapolsek KPN Parepare Salat Subuh Bersama 100 Jamaah, Ini Pesannya

    PAREPARE – Menjaga keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan warga, bukan hanya kehadiran polisi. Pesan itu disampaikan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare, Iptu Suardi, S.E., saat berbincang dengan jamaah Masjid Raya Parepare, Minggu (11/10/2026).

    Suardi datang bersama sejumlah personel untuk menunaikan salat subuh berjamaah di masjid yang berada di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Sekitar 100 jamaah mengikuti salat tersebut.

    Setelah ibadah, Suardi berinteraksi langsung dengan warga. Percakapan itu menjadi kesempatan untuk mengingatkan jamaah agar tidak mengabaikan persoalan keamanan di lingkungan masing-masing.

    Menurut Suardi, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah gangguan keamanan. Kepedulian terhadap situasi sekitar, komunikasi antarwarga, dan keberanian menyampaikan informasi dapat membantu mencegah persoalan berkembang lebih jauh.

    Kapolsek KPN Parepare, Iptu Suardi, S.E., mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.

    “Kalau masyarakat menemukan hal yang berpotensi mengganggu ketertiban, langsung lapor, karena keamanan lingkungan tergantung dari kepedulian kita,” ujar Suardi.

    Persoalan keamanan kerap bermula dari hal-hal yang dianggap sepele. Konflik antarwarga, gangguan ketertiban, hingga aktivitas mencurigakan dapat berkembang apabila tidak mendapat perhatian sejak awal.

    Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu unsur penting dalam pencegahan gangguan kamtibmas. Warga dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sedangkan polisi memperoleh gambaran lebih dekat mengenai kondisi di lapangan.

    Pendekatan seperti ini juga membuka ruang interaksi di luar situasi formal. Masyarakat dapat berbicara dengan aparat secara lebih terbuka tanpa harus menunggu munculnya persoalan yang membutuhkan penanganan hukum.

    Namun, komunikasi saja tidak cukup. Kepercayaan masyarakat juga bergantung pada bagaimana kepolisian menanggapi informasi, memberikan pelayanan, dan menindaklanjuti persoalan yang dilaporkan.

    Polisi Bersama Masyarakat

    Dalam pertemuan dengan jamaah tersebut, Suardi turut menyampaikan program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Program ini menekankan pentingnya pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta hubungan yang lebih dekat antara polisi dan warga.

    Bagi masyarakat, kedekatan dengan aparat idealnya memberikan ruang untuk menyampaikan keluhan dan memperoleh kejelasan ketika menghadapi persoalan keamanan. Sementara bagi kepolisian, komunikasi dengan warga dapat membantu mengenali potensi gangguan sebelum situasi memburuk.

    Suardi didampingi Wakapolsek KPN Iptu Sunarya, Ps. Kanit Propam Polsek KPN Aiptu Abd. Rais Rachman, dan sejumlah personel lainnya.

    Interaksi di Masjid Raya Parepare itu mengingatkan bahwa keamanan lingkungan tidak terbentuk hanya melalui patroli atau penindakan. Kepedulian warga, komunikasi yang terbuka, dan respons aparat terhadap persoalan di lapangan turut menentukan apakah lingkungan tetap aman dan tertib.

    Pada akhirnya, hubungan polisi dan masyarakat tidak cukup diukur dari seberapa sering mereka bertemu. Hal yang lebih menentukan ialah apakah komunikasi tersebut membuat warga lebih berani melaporkan persoalan dan membantu mencegah gangguan keamanan di sekitarnya. (*)