PAREPARE – Menjaga keamanan lingkungan membutuhkan keterlibatan warga, bukan hanya kehadiran polisi. Pesan itu disampaikan Kapolsek Kawasan Pelabuhan Nusantara (KPN) Parepare, Iptu Suardi, S.E., saat berbincang dengan jamaah Masjid Raya Parepare, Minggu (11/10/2026).
Suardi datang bersama sejumlah personel untuk menunaikan salat subuh berjamaah di masjid yang berada di Jalan Masjid Raya, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, Kota Parepare. Sekitar 100 jamaah mengikuti salat tersebut.
Setelah ibadah, Suardi berinteraksi langsung dengan warga. Percakapan itu menjadi kesempatan untuk mengingatkan jamaah agar tidak mengabaikan persoalan keamanan di lingkungan masing-masing.
Menurut Suardi, masyarakat memiliki peran penting dalam mencegah gangguan keamanan. Kepedulian terhadap situasi sekitar, komunikasi antarwarga, dan keberanian menyampaikan informasi dapat membantu mencegah persoalan berkembang lebih jauh.
Kapolsek KPN Parepare, Iptu Suardi, S.E., mengajak masyarakat untuk tidak ragu melaporkan potensi gangguan keamanan di lingkungan masing-masing.
“Kalau masyarakat menemukan hal yang berpotensi mengganggu ketertiban, langsung lapor, karena keamanan lingkungan tergantung dari kepedulian kita,” ujar Suardi.
Persoalan keamanan kerap bermula dari hal-hal yang dianggap sepele. Konflik antarwarga, gangguan ketertiban, hingga aktivitas mencurigakan dapat berkembang apabila tidak mendapat perhatian sejak awal.
Karena itu, komunikasi antara masyarakat dan kepolisian menjadi salah satu unsur penting dalam pencegahan gangguan kamtibmas. Warga dapat menyampaikan persoalan yang mereka hadapi, sedangkan polisi memperoleh gambaran lebih dekat mengenai kondisi di lapangan.
Pendekatan seperti ini juga membuka ruang interaksi di luar situasi formal. Masyarakat dapat berbicara dengan aparat secara lebih terbuka tanpa harus menunggu munculnya persoalan yang membutuhkan penanganan hukum.
Namun, komunikasi saja tidak cukup. Kepercayaan masyarakat juga bergantung pada bagaimana kepolisian menanggapi informasi, memberikan pelayanan, dan menindaklanjuti persoalan yang dilaporkan.
Polisi Bersama Masyarakat
Dalam pertemuan dengan jamaah tersebut, Suardi turut menyampaikan program Kapolri bertajuk Polisi Bersama Masyarakat. Program ini menekankan pentingnya pelayanan publik, penegakan hukum yang adil, serta hubungan yang lebih dekat antara polisi dan warga.
Bagi masyarakat, kedekatan dengan aparat idealnya memberikan ruang untuk menyampaikan keluhan dan memperoleh kejelasan ketika menghadapi persoalan keamanan. Sementara bagi kepolisian, komunikasi dengan warga dapat membantu mengenali potensi gangguan sebelum situasi memburuk.
Suardi didampingi Wakapolsek KPN Iptu Sunarya, Ps. Kanit Propam Polsek KPN Aiptu Abd. Rais Rachman, dan sejumlah personel lainnya.
Interaksi di Masjid Raya Parepare itu mengingatkan bahwa keamanan lingkungan tidak terbentuk hanya melalui patroli atau penindakan. Kepedulian warga, komunikasi yang terbuka, dan respons aparat terhadap persoalan di lapangan turut menentukan apakah lingkungan tetap aman dan tertib.
Pada akhirnya, hubungan polisi dan masyarakat tidak cukup diukur dari seberapa sering mereka bertemu. Hal yang lebih menentukan ialah apakah komunikasi tersebut membuat warga lebih berani melaporkan persoalan dan membantu mencegah gangguan keamanan di sekitarnya. (*)

Tinggalkan Balasan